Listening to One by Ed Sheeran

Tell me that you turned down the man
Who asked for your hand
‘Cause you’re waiting for me
And I know, you’re gonna be away a while
But I’ve got no plans at all to leave

Ini bener-bener jauh dari semua skenario yang saya buat.

Entah kenapa saya paling benci ditinggal. Mending gue yang pergi duluan, atau, kenapa sih kita ga sama-sama pergi aja? It doesn’t matter ke arah yang sama atau bukan.. Yang penting saya ga ngerasain kehilangan. Loh lo pergi juga kan sama aja kehilangan? Ngga, beda honey. Kalau saya pergi, saya akan nemu tempat baru, suasana baru, orang-orang baru. Saya akan terlalu sibuk dengan adaptasi, bukan rasa ‘kosong’ seperti orang yang ditinggal.

And would you take away my hopes and dreams and just stay with me?

Ngga ko, saya ngga se-ego itu untuk nyuruh dia tetap tinggal. He deserves better, anyway, if in the end it must be separated—why should stay?

'Cause you are the only one
And all my friends have gone to find
Another place to let their hearts collide
Just promise me, you’ll always be a friend
‘Cause you are the only one

((Terus saya ngerasa tulisan ini sangat gak layak sekali…………..kampret.))

"Yah, LDR dong yaa?"
"Ciee ami mau ditinggal"
"Depok doang ko, bulak-balik bandung cuma 2,5 jam"
"4 taun ajaaa"

ngggggghhhh ngga gitu juga sih. Friendzone they said, so it’s Long Distance Friendship. Tepat 2 tahun 4 bulan dan saya ga bisa ngebutin 1 kata yang pas buat..kamu. Terus 4 hari lagi udah pergi, ga tau balik kapan, gatau siapa yang bakal punya waktu lagi/ngga, ga tau habis ini siapa dulu yang bakal nemuin another-the-one-nya-masing-masing.

what the hell is wrong with us?
and how do I know when it’s over?

Bandung, 1/8/2014. 1:11 PM.

Bandung bukan cuma masalah geografis, bagiku, tetapi juga menyangkut perasaan.

(Source: staypozitive)

Ask me a question
"There is a difference between giving up, and knowing you had enough."

Tumblr, I promise this is the last time I wrote about THIS THINGS dan maafin bahasanya berantakan.

Sore tadi pengumuman sbmptn 2014, mendadak banyak banget potongan-potongan kejadian tahun kemarin, bahkan mulai dari TK ketika saya ditanya “kalau udah besar ami mau jadi apa?

Kemudian asem manis pait-paitnya tahun lalu. Meeen, maneh harus bayangin (anggep aja) pacar maneh ulang tahun, terus maneh ga bisa ketemuan karena besoknya maneh masih ada ujian mandiri undip. Sementara doi dan sahabat-sahabatnya (yang juga sahabat maneh sendiri) pergi, liburan. 

Masih di hari yang sama habis ujian mandiri undip, malemnya maneh langsung ngejar kereta  dan berangkat ke jogja karena besok paginya ujian mandiri UGM. Dan maneh cuma bisa telfonan di kereta……..ngedengerin mereka ketawa seneng-seneng, cuma bisa iri berharap maneh juga ada disitu. 2 hari 1 malem di jogja, terus nyampe bandung sore, langsung disambut pengumuman sbmptn yang hasilnyaaaa haha kalian tau sendiri :) 

atau potongan kejadian beberapa hari yang lalu; pas saya baru BANGET bayar spp semester 3 untuk di biologi upi (karena batas kontrak perkuliahan tgl 8, pengumuman sbmptn tgl 16) dan beberapa menit kemudian dapet info kalau pembayaran & kontrak kuliahnya diundur sampai tanggal 24…………
Ya Allah, saya ga pernah tau kenapa bisa sampai serumit dan seberat kaya gini. FYI, saya sampai balik lagi ke bank, terus ke baak dll supaya  di cancel (dengan alesan lain semasuk akal mungkin) dan malah diketawain, ya ngga bisa atuh neng.

Yakin bakal keterima fk tahun sekarang? ngga. Bahkan sebelum minta uang ke papa untuk bayar spp saya sempet meriksa jawaban sbmptn saya tahun ini. Tapi yaaaa….c’mon, saya kan bukan peramal yang bisa liat masa depan, & saya juga masih percaya sama keajaiban Tuhan. Saya cuma ga mau orang tua saya kecewa (atau mungkin pusing ngeliat pengeluaran untuk saya banyak banget), pas ada kabar gembira nanti.

Pasrah banget. Kadang-kadang saya kelepasan berdoa supaya ga lulus aja. After calculate all the gains and the losses, I remake the plan. Saya coba buat lebih realists lagi, nyiapin mental berhari-hari, dan saya baru sadar kalau saya cuma takut ga bisa ikhlas sama semuanya—takut nangis nangisan atau kecewa sama diri sendiri dan bilang kalau semuanya sia-sia.

But the moment you’re ready to quit is usually the moment right before the miracle happens. 

Saya bener-bener senyum pas baca kata “maaf” kali ini, lebih bahagia lagi pas tau orang terdekat saya yang ngulang juga (karena doi itb-harga-mati-banget) keterima, dan nangis bahagia-lega-ikhlas pas meluk mama.

Akhirnya semuanya beres. Selesai. Tamat.

Sedih juga sih, sedikit, apalagi kalau inget-inget gimana perjuangannya…but lucky me! Alhamdulillah masih ada yang menuhin notif line dari group shabat ini itu, personal chat sama penyemangat-penyelamatkuuuu hehe, dapet voice note yang nyebelin tapi nyenengin dari gigi, telfonan sama deriz yang lagi nangis bahagia haha, sms juga (remembering like the old times huh? :’), dan pelukan mama yang 24/7.

 image

Bismillahirahmanirahim, baru deh nyelesain kontrak kuliah untuk semster depan.

Sorry ya blr kamu pasti bosen aku curhat aja, iya terakhir ko :)

😌 with Syifa – View on Path.

😌 with Syifa – View on Path.

Well it’s dooone!

Full video : http://www.youtube.com/watch?v=zelHWwNorgQ

Listening to All of the Stars by Ed Sheeran

I’m a grenade and at some point I’m going to blow up and I would like to minimize the casualties, okay? – Preview it on Path.

Ga cantik, belum siap, tapi bahagiaa. (at Selasar Sunaryo Art Space)

Ga cantik, belum siap, tapi bahagiaa. (at Selasar Sunaryo Art Space)

Muka & leher beda warna? Embeeeer – View on Path.

Muka & leher beda warna? Embeeeer – View on Path.

'No-makeup' Makeup for today's kondangaaan 📷👯

'No-makeup' Makeup for today's kondangaaan 📷👯

kuntawiaji:

Status Path Oknum X yang mendapatkan bolu meranti dari Oknum Y. Di status tersebut, Oknum X tidak memberikan tag Oknum Y. Kemungkinan Oknum Y tidak punya Path. Jika Oknum Y tidak punya Path, maka Oknum Y tidak akan bisa membaca status tersebut. Seandainya Oknum Y punya Path, ada kemungkinan Oknum Y juga tidak membaca pesan tersebut karena tidak muncul di notifikasinya. Seandainya lagi Oknum Y ditag di pesan tersebut, akan lebih baik jika pesan tersebut diberikan secara pribadi melalui message karena pesan tersebut adalah komunikasi antara dua orang, bukan komunikasi kepada publik (selalu ingat, sosial media bersifat public by default). Seandainya lagi pesan tersebut diberikan secara pribadi melalui message, akan lebih baik jika pesan semacam itu diucapkan langsung kepada Oknum Y.
Secara default, pesan tersebut jika dituliskan dalam status di sosial media berbunyi: Alhamdulillah (saya) dikasi bolu meranti buat buka puasa. (Saya hari ini puasa loh). (Bolu merantinya dikasih) dari Oknum Y. (Saya tau sebagian dari kalian tidak mengenal Oknum Y tapi saya ingin berterima kasih kepadanya di depan umum). Makasi yaaaaa!! (saya menyadari Oknum Y tidak dapat membaca pesan saya ini tapi saya ingin kalian semua tau kalau saya berterima kasih kepadanya).
Jika kita jeli, ada banyak pesan sejenis bertebaran di sosial media. Mungkin juga kita berperilaku yang sama. Bijak-bijaklah bersosial media.

kuntawiaji:

Status Path Oknum X yang mendapatkan bolu meranti dari Oknum Y. Di status tersebut, Oknum X tidak memberikan tag Oknum Y. Kemungkinan Oknum Y tidak punya Path. Jika Oknum Y tidak punya Path, maka Oknum Y tidak akan bisa membaca status tersebut. Seandainya Oknum Y punya Path, ada kemungkinan Oknum Y juga tidak membaca pesan tersebut karena tidak muncul di notifikasinya. Seandainya lagi Oknum Y ditag di pesan tersebut, akan lebih baik jika pesan tersebut diberikan secara pribadi melalui message karena pesan tersebut adalah komunikasi antara dua orang, bukan komunikasi kepada publik (selalu ingat, sosial media bersifat public by default). Seandainya lagi pesan tersebut diberikan secara pribadi melalui message, akan lebih baik jika pesan semacam itu diucapkan langsung kepada Oknum Y.

Secara default, pesan tersebut jika dituliskan dalam status di sosial media berbunyi: Alhamdulillah (saya) dikasi bolu meranti buat buka puasa. (Saya hari ini puasa loh). (Bolu merantinya dikasih) dari Oknum Y. (Saya tau sebagian dari kalian tidak mengenal Oknum Y tapi saya ingin berterima kasih kepadanya di depan umum). Makasi yaaaaa!! (saya menyadari Oknum Y tidak dapat membaca pesan saya ini tapi saya ingin kalian semua tau kalau saya berterima kasih kepadanya).

Jika kita jeli, ada banyak pesan sejenis bertebaran di sosial media. Mungkin juga kita berperilaku yang sama. Bijak-bijaklah bersosial media.

Doing my breakfast challenge on holiday. Yum yum 🍴🍞

Doing my breakfast challenge on holiday. Yum yum 🍴🍞

Listening to Berjalan Lebih Jauh by Banda Neira.

Hi, happy holiday blrrr!

Akhirnya hari H juga, SBMPTN :’D Waktu H-1 sempet…gimana ya..pusing parah. Trust me, period cramps plus final test was the worst. "Bisa ga ya?" "Gimana kalau gagal lagi?" "Kalau keterima gimana ya?" "Bisa ga ya?" dll dll dll.

Teruuus sampai Oknum D (kaka tingkat di biologi) cerita, kalau dia 2 tahun kemarin ini udah nyoba FK sampai 16x. Maaaan, 16! Belum apa-apanya gue, baru juga 8x, tapi ngerasa kok-gagal-terus-nya sampai selangit.

"Aku buat janji dulu ke diri sendiri, kaya reminder konsistensi kita aja. Aku aja bilang kalo aku gagal ya memang berarti rencananya terbentur sama rencana Allah. And yet the best planner is only Allah. Aku percaya, yakinin aja emang takdirnya harus kaya gini"

"Gimana ya aku juga awalnya susah banget ikhlas. Temen-temen aku ekspetasi terhadap akademik juga tinggi"

"Tapi ya apa boleh buat, dari pada di biologi cuma kecipratan dikit terus basah kan mending nyebur aja toh sama-sama basah kan?"

"Do the best and leaves God the rest :). kalau udah tau hasilnya silahkan menetapkan pilihan"

"Haha nangisin aja mi tanggung, Cowo aja nangis kalo soal ginian mah :)"

The best planner is only Allah. Toh dimanapun kuliahnya, cuma batu loncatan. Mau dibidang kesehatan mau dibidang pendidikan, sama-sama lagi krisis. Plan B? Tetep di biologi, lulus, ikut indonesia mengajar 1 tahun, s2 biomedik atau yang kependidikannya di finland/australi, blablabla, keliling dunia! biar ilmunya ga mubazir juga.

-

Hm iya sih kadang-kadang, edan cape lah pengen nikah aja, HAHA. Terus kakak yang cowo kemarin nikah, semua keluarga rempong gitu ngurusnya…sampai sempet pundung…bilang ke mama 'yaudah aku juga mau nikah aja'..kemudian mama malah cerita ke ibu-ibu waktu pas pengajian syukuran. Heu.

Because one of my biggest dream is being a housewife. Jadi ibu kayak mama yang bisa rangkap jadi pendidik, pembicara kesehatan, & bisnis woman yang super kuat. Ingin jadi wanita hebat dibalik laki-laki sukses. Kayak mama—kayak Siti Khadijah—kaya Alm. Ibu Ainun. Kyaaa :’D

"Dari dulu mama kepingin pensiun dini dari dosen, 32 tahun ngajar, cita-cita mama cuma ingin jadi ibu rumah tangga."

-

Kayaknya gue super kurang ajar kalau emang masih banyak ngeluh, nyalahin takdir atau apalah namanya.

Terlalu banyak orang-orang baik disekitar yang selalu sabar & support buat jadi ‘manusia beneran’ a.k.a sukses. Orang-orang yang udah jauhhh lebih tau pait-paitnya idup, pait-paitnya gagal, pait-paitnya jatuh tapi masih bisa dan selalu bisa bangun. Terus lari.